Jadi teringat Hari ibu beberapa hari yang lalu, sepertinya tak perlu hari ibu itu dibuat satu hari..
Aku ingin hari ibu tiap hari, ingin sekali slalu mengenangnya disetiap helaan nafas ini….
Tak terperi, itu kata yang tepat. Bagaimana tidak? aku ingat sekali akan paras ibuku, paras yang slalu mengukir senyum dikala ku gundah. Hati yang slalu mengalirkan kebaikan, terutama kebaikan untukku.
Paras yang makin menua ditelan waktu, namun tetap berseri bak mutiara di dasar lautan. Paras yang slalu tegar, tabah dan sabar menghadapi kenakalan-kenakalanku di kala ku kecil. Menemaniku siang dan malam tanpa mengenal lelah, tanpa melihat waktu, tanpa melihat mentari pagi telah menyingsing. Dikala ku terlelap, dia tetap terjaga. Menjagaku, hingga tak membiarkan seekor nyamukpun menghisap darah ini…
Ingin slalu menatapmu Ibu, rindu yang sangat untuk kehangatan, kebaikan dan kasih sayang yang tiada tara bagaikan ikan di lautan lepas..
Engkaulah bidadari syurga yang ada di bumi ini, tiada terperi jasamu ibu..
Ingin slalu kupanjatkan do’a-do’a agar engkau slalu dalam lindungan dan rahmat Allah SWT, tidak cukup hanya sekali dengan dua kali, bahkan ribuankalipun takkan mampu mebalas kasih sayangmu yang tiada terperi..
tiada terperi bunda….
maaf, kadang mebuat tetesan air matamu mengalir karena aku…
maaf, kadang diri ini terlalu naif dan lupa untuk slalu mengingatmu…
maaf, kadang aku terlalu banyak menyakitimu….
maaf,
Aku tahu, engkau slalu meneteskan air mata jikala teringatku….
akan tetapi apakah aku juga begitu bunda? apakah aku juga menangis kala mengingatmu?
maafkan diri ini bunda, terlalu sombong anakmu ini…
terlalu angkuh diri ini untuk meneteskan sedikit air mata untukmu….
maafkan aku bunda?
mungkin aku tlah lupa, berapa banyak air mata yang engkau teteskan untukku ini..
jika ku bahagia, kau turut menyertakan airmata bahagiamu padaku…
jika aku bersedih dan terluka, kau juga turut meneteskan air mata untukku…
jika aku jauh darimu, engkau tak lupa meneteskan air mata diatas sajadahmu bunda…..
jika Engkau rindu akan diriku, kau slalu meneteskan air mata bersamaan ribuan do’a yang kau panjatkan……
maafkan aku ibu,
Aku tlah tersibukkan dengan dunia ini…
aku tlah lupa memberikan untaian do’a untukmu…
maaf,
maaf,
maaf,
maafkanku ibu……………………….